PortalSulteng, Buol – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Biau tahun 2025 resmi dilaksanakan pada Sabtu (22/03/2025).
Musrenbang tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Bupati Buol Nomor 050/78/III/BAPPEDA LITBANG tentang jadwal pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan.
Pada kesempatan tersebut, Camat Biau Nasir L. Andimaka, menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Musrenbang ini bertujuan untuk menyepakati usulan dari tingkat kelurahan serta menentukan perwakilan yang akan menyampaikan aspirasi masyarakat dalam Musrenbang tingkat Kabupaten Buol,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, diketahui terdapat 48 usulan fisik dan 70 usulan non-fisik, dengan 20 program prioritas yang akan diusulkan untuk pembangunan Kabupaten Buol tahun 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Buol, Ryan Natanhile Kwendi, menegaskan pentingnya komunikasi antara masyarakat, pemerintah kecamatan, dan kabupaten dalam proses perencanaan pembangunan.
“Melalui Musrenbang ini, kita berharap ada komunikasi yang lebih baik dalam merancang kebijakan strategis dan program prioritas, sehingga dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ketua DPRD.
Lebih lanjut, Ia juga berharap Musrenbang ini menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 agar lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat.
Ditempat yang sama Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mendukung program prioritas nasional dan daerah.
“Beberapa program utama yang ditekankan meliputi, program makan gratis untuk anak sekolah, program penurunan angka stunting, program pengentasan kemiskinan ekstrem,”tegasnya
Selain itu, Bupati juga menghimbau untuk taat pada program dari Gubernur Sulawesi Tengah.
“Pemerintah provinsi mengimbau agar semua aktivitas dihentikan 30 menit sebelum azan sebagai upaya meningkatkan kesadaran spiritual Masyarakat,”ujarnya
Selanjutnya, Ia juga membeberkan di tingkat kabupaten, ada beberapa program besar yang akan dilaksanakan, antara lain:
- Perubahan nama Bandara Pogogul
- Pembangunan Universitas Buol (pelepasan lahan dan peletakan batu pertama)
- Pembangunan Gedung Olahraga dan Mal Pelayanan Publik
- Program pendidikan jarak jauh dengan tiga jurusan: Manajemen, PGSD, dan Agroteknik
- Pembangunan Balai Latihan Kerja dan pengaktifan kembali balai pelatihan pertanian di Kecamatan Momunu
- Perbaikan dan pengerukan sungai serta pembangunan drainase di Kota Buol
- Program “Buol Terang” dengan pemasangan lampu jalan
- Pembangunan pasar modern dan perbaikan sistem perairan
- Revitalisasi Perusahaan Daerah (Perusda) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
- Menarik investor untuk sektor pertanian dan perkebunan (jagung, minyak nilam, cengkeh, dan kelapa)
- Pembangunan Kodim, Polsek di setiap kecamatan, dan Kompi Brimob
- Pembangunan kantor cabang PLN di Buol
- Pembangunan terminal angkot di beberapa titik strategis
- Penyusunan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah
- Penertiban ternak sapi yang akan diberlakukan setelah Lebaran
- Peningkatan pelayanan dan fasilitas rumah sakit
- Program “Rembuk Budaya” untuk memperkuat hubungan antara kerajaan adat dan pemerintah daerah.
Terakhir, Bupati menekankan bahwa Musrenbang ini harus benar-benar memprioritaskan program yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus berfokus pada kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang,” pungkasnya.
Ing







Komentar