oleh

Jaga Kamtibmas Perairan, Satpolairud Polres Touna Edukasi Nelayan Stop Illegal Fishing

-Touna-224 Dilihat

Portal Sulteng, TOUNA – Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tojo Una-Una (Touna) terus mengintensifkan kehadiran Polri di tengah masyarakat pesisir.

Melalui program unggulan Kabaharkam Polri, “Polisi Penolong”, personel Satpolairud melaksanakan aksi nyata dengan menyambangi warga di pesisir pantai Desa Tete B, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Touna, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Aiptu Andi Kusnawan, S.H. dan Aipda Samsul Nonci ini bertujuan untuk memberikan perlindungan sekaligus mempercepat respon kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perairan.

Kasat Polairud Polres Touna, Iptu Kadek Agung Andiana Putra, S.H., menjelaskan bahwa kehadiran anggotanya bukan sekadar patroli rutin, melainkan untuk membantu meringankan beban masyarakat, seperti membantu nelayan dan buruh pelabuhan saat menaikkan atau menurunkan barang bawaan dari kapal.

Baca Juga:  Jamin Kelancaran Aktivitas Pagi, Polsek Ampana Kota Sebar Personel di Titik Rawan Macet

“Kami ingin mewujudkan kehadiran Polri yang benar-benar melindungi dan menolong. Respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat pesisir adalah prioritas kami dalam program Polisi Penolong ini,” ujar Iptu Kadek Agung.

Selain aksi bantuan fisik, Kasat Polairud menekankan pentingnya kewaspadaan nelayan terhadap faktor keselamatan. Ia menghimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta memastikan ketersediaan alat keselamatan di atas kapal.

Baca Juga:  Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Touna Serahkan Bantuan Alat Pancing Untuk Nelayan

Dalam keterangannya, Iptu Kadek Agung juga menyoroti aspek kelestarian lingkungan laut. Pihaknya dengan tegas menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut dan menjauhi praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

“Kami mengajak nelayan untuk menjaga kebersihan pesisir dan tidak menggunakan bahan peledak, racun, atau alat tangkap yang merusak ekosistem. Kelestarian laut adalah aset masa depan masyarakat sendiri,” tambahnya.

Terkait situasi keamanan, Iptu Kadek Agung menginformasikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan aduan Call Center Kepolisian 110 jika menemui gangguan Kamtibmas namun terkendala untuk datang langsung ke kantor polisi.

Baca Juga:  Kasat Polairud Polres Touna Imbau Nelayan Cek Alat Keselamatan Sebelum Melaut

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Tete B yang merasa terbantu dengan kehadiran personel kepolisian. Berdasarkan pantauan di lapangan, komunikasi dan kemitraan antara Polri dan masyarakat pesisir terjalin dengan sangat baik.

“Hingga saat ini, situasi masyarakat nelayan di Desa Tete B dalam keadaan aman dan kondusif. Kami akan terus menjaga intensitas kehadiran personel guna memastikan rasa aman tersebut tetap terjaga,” tutup Kasat Polairud.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *