oleh

Polsek Ampana Kota Dampingi Petani Sumoli Panen Jagung, Dorong Hasil Dijual ke Bulog

-Touna-33 Dilihat

Portal Sulteng, TOUNA – Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Pada Senin pagi (26/1/2026), jajaran Polsek Ampana Kota melaksanakan pengecekan sekaligus pendampingan panen jagung di wilayah Desa Sumoli, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin oleh dua personel Bhabinkamtibmas, yakni Aipda I Made Ray Eliyasa dan Aipda Dani Radiansyah. Keduanya turun langsung ke lahan pertanian untuk berinteraksi dengan warga yang tengah memanen hasil bumi.

Baca Juga:  Hadir di Tengah Petani, Polsek Ampana Kota Pastikan Kelancaran Panen Jagung

Kapolsek Ampana Kota, AKP Maryanto, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah petani. Target pendampingan kali ini adalah lahan jagung seluas kurang lebih 0,5 hektare.

“Lahan tersebut adalah milik pribadi atas nama Lelaki Erik. Meskipun bukan merupakan bagian dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kami tetap memberikan pendampingan penuh sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas perorangan di sektor pertanian,” ujar AKP Maryanto.

Baca Juga:  Polres Touna Gelar Patroli Dialogis, Jaga Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Ampana

Selain memantau jalannya panen, personel Polsek Ampana Kota juga memberikan edukasi terkait tata niaga hasil panen. Aipda I Made Ray dan Aipda Dani mengimbau agar para petani mempertimbangkan untuk menjual hasil panen mereka melalui jalur resmi pemerintah.

“Kami menyampaikan himbauan kepada pemilik lahan untuk menjual hasil panennya ke Bulog Poso. Saat ini, perwakilannya sudah tersedia di Watampolo, Kelurahan Dondo, sehingga aksesnya lebih terjangkau bagi petani di wilayah Ampana dan sekitarnya,” tambah Kapolsek.

Baca Juga:  Angin Kencang Porak-Porandakan Rumah Warga Ampana, Kerugian Capai Rp75 Juta

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan stok pangan daerah tetap terjaga. Kehadiran polisi di area perkebunan ini pun mendapat apresiasi positif dari warga, karena merasa lebih aman dan terperhatikan dalam menjalankan aktivitas ekonominya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *