oleh

Antisipasi Pengaruh Aliran Sesat, Kasat Intelkam Polres Touna Minta Masyarakat Waspada

-Touna-14 Dilihat

Portal Sulteng, Touna – Kasat Intelkam Polres Tojo Una-Una (Touna), AKP Adhitya Meideski, S.T, yang tergabung dalam Satgas PAKEM menyerukan kewaspadaan terhadap potensi sisa-sisa pengaruh ajaran sesat yang sempat menyebar di Kecamatan Ulubongka.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Ampana, Senin (4/8/2025).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Kajari Touna Dr. Fahrurozi, S.H., M.H., Kasat Intelkam Adhitya Meideski membeberkan fakta bahwa seorang wanita berinisial Eli telah menyebarkan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama resmi di Dusun Bonebae I selama kurang lebih empat tahun.

Baca Juga:  Kasat Binmas Polres Touna Sambang Ke Masyarakat Imbau Jaga Kamtibmas Pada Perayaan Malam Tahun Baru

“Ibu Eli menyebarkan ajaran yang mengajak masyarakat Lembah Kayayo untuk mengikuti keyakinannya, di antaranya adanya ‘Bumi Roh’ dan titisan Roh Kristus pada seseorang bernama Aditya,” jelas AKP Adhitya.

Baca Juga:  Aman Terkendali! Patroli Satsamapta Touna Sukses Amankan Ibadah Minggu

Ia menambahkan bahwa berdasarkan keterangan terakhir, Eli telah mengakui ajarannya menyimpang dan kini telah kembali ke kampung halamannya di Desa Pancasila, Kabupaten Poso.

“Namun, perlu diantisipasi potensi sisa-sisa pengaruh ajaran tersebut di masyarakat yang pernah terpapar, agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan keresahan,” tegas Adhitya.

Rapat koordinasi ini digelar setelah Kejaksaan Negeri Ampana menerima laporan dari Kesbangpol terkait dugaan aliran sesat tersebut. Kajari Fahrurozi menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Layanan, Polres Touna Terima Asistensi Tim Birorena Polda Sulteng

Sementara itu, Ketua Klasis GKST, Pdt. Ardin Toridu, mengonfirmasi bahwa beberapa warga yang sempat mengikuti ajaran Eli kini telah dibina dan kembali beribadah di Gereja Firman Allah (GFA), sebuah perkembangan positif yang patut dikawal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *