oleh

Satu Rumah Rusak Berat Akibat Puting Beliung, Kapolres Touna Minta Masyarakat Waspada

-Touna-37 Dilihat

TOUNA – Cuaca ekstrem kembali memakan korban materiil di wilayah hukum Polres Tojo Una Una. Sebuah rumah milik warga di Desa Lindo, Kecamatan Batudaka, dilaporkan roboh rata dengan tanah setelah dihantam angin puting beliung pada Rabu (04/02/2026) pagi sekitar pukul 09.15 Wita.

Kapolres Tojo Una Una, AKBP Yanna Djayawidya, SIK. MH., melalui Kasi Humas Iptu Martono, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan di lapangan, korban diketahui bernama Wati Loong Sambolo (44), seorang ibu rumah tangga setempat.

Baca Juga:  Iptu Maryanto Jadi Pembina Upacara, Tekankan Bahaya Narkoba dan Pentingnya Disiplin di Sekolah

Kejadian berlangsung sangat cepat. Menurut keterangan korban yang dihimpun kepolisian, saat itu kondisi cuaca memang terpantau mendung pekat dan berangin.

“Korban sedang bersiap beraktivitas di luar rumah ketika tiba-tiba angin kencang (puting beliung) datang menerjang. Dalam sekejap, bangunan rumah korban roboh akibat tekanan angin yang sangat kuat,” ujar Iptu Martono.

Beruntung, saat kejadian korban berada di posisi yang aman sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) karena kondisi rumah mengalami rusak berat.

Baca Juga:  Wakapolres Touna Pimpin Kegiatan Minggu Kasih di Gereja Calvary Ampana

Menanggapi musibah ini, Kapolres Touna langsung mengambil langkah taktis. Ia menginstruksikan Kapolsek Una Una untuk segera bergerak melakukan koordinasi lintas sektoral.

Tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, AKBP Yanna Djayawidya juga memberikan atensi khusus kepada seluruh jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah Tojo Una Una.

Baca Juga:  Polsek Ulubongka Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja di MTs Alkhairaat Marowo

“Bapak Kapolres telah memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk turun langsung memberikan imbauan Kamtibmas kepada warga. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi belakangan ini,” tegas Iptu Martono.

Saat ini, situasi desa Lindo telah aman. Warga setempat bergotong-royong membantu korban mengevakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari puing bangunan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *