oleh

Cegah Kecelakaan Laut, Satpolairud Touna Kuatkan Patroli dan Edukasi Alat Keselamatan

-Touna-130 Dilihat

Portal Sulteng, Touna – Satpolairud Polres Tojo Una-Una kembali tancap gas. Rabu (19/11/2025), tim Satpolairud menggelar patroli rutin di perairan Kecamatan Ampana Tete, menyisir Desa Lalos, Mantanggisi, hingga Bantuga.

Dipimpin oleh KBO Satpolairud Aiptu Nur Alim Hi. Maka, patroli ini tidak hanya fokus pada pengawasan, tapi juga edukasi penting untuk keselamatan dan kelestarian laut.

Personel di lapangan mengingatkan para nelayan agar selalu siaga terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa datang tiba-tiba. Yang paling ditekankan adalah soal alat keselamatan.

Baca Juga:  Peresmian Pembangunan Gedung TK Kemala Bhayangkari 13 Cabang Tojo Una Una di Hari Bhayangkara ke 79.

“Pelampung itu sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa. Kadang orang anggap sepele, padahal itu penyelamat pertama,” ujar salah satu petugas.

Nelayan diimbau tidak pernah mengabaikan penggunaan life jacket atau pelampung saat melaut.

Fokus utama lainnya adalah seruan keras untuk tidak menggunakan alat tangkap yang merusak. Nelayan diminta menjauhi Bom Ikan, Bius serta Akar Tuba.

Penggunaan bahan-bahan ini dapat menghancurkan terumbu karang dan mematikan biota laut, termasuk ikan-ikan kecil. Alat tangkap ramah lingkungan wajib jadi pilihan.

Baca Juga:  Polres Touna Rutin Patroli Di Lokasi Yang Sering Dijadikan Tempat Ajang Balap Liar

Patroli hari itu berjalan lancar. Cuaca terpantau cerah dan laut teduh. Satpolairud tidak menemukan adanya pelanggaran hukum atau aktivitas mencurigakan di perairan Ampana Tete.

Warga pesisir diimbau segera melapor jika menemukan tindak pidana di laut melalui Call Center Polri 110 atau langsung ke Satpolairud Polres Tojo Una-Una.

Baca Juga:  Kejari Tojo Una Una Gelar Pemusnahan Barang Bukti, Wakapolres Tojo Una Una Turut Hadir

IPTU Kadek Agung A.P., S.H., selaku Kasatpolairud Polres Tojo Una-Una, menegaskan komitmen mereka.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan perairan Touna. Edukasi keselamatan dan larangan penggunaan alat tangkap merusak adalah prioritas kami agar laut tetap lestari dan masyarakat terhindar dari bahaya,” tegasnya.

Ia juga mengajak nelayan bersinergi. “Kalau ada kejadian di laut sekecil apa pun, jangan ragu untuk melapor. Kami siap membantu kapan saja,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *