oleh

Gelar KRYD, Polres Tojo Una-Una Sita Sajam Badik di Taman JH Ampana

Portal Sulteng, Touna – Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-Una berhasil mengamankan satu buah senjata tajam (sajam) jenis badik dan satu unit sepeda motor berknalpot brong dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu, 2 Agustus 2025 malam.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasatpolair) Polres Tojo Una-Una, Iptu Sodang Datuan, S.H. Patroli ini menyasar berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti premanisme, miras, narkoba, judi, dan kejahatan jalanan.

Baca Juga:  Polres Touna Laksanakan KRYD Malam Hari, Tekan Penyakit Masyarakat

Patroli KRYD dimulai dengan apel pengecekan personel di Markas Komando (Mako) Polres Tojo Una-Una. Tim kemudian menyusuri sejumlah lokasi strategis, termasuk Jalur Dua, Lapangan Sepakbola Kelurahan Bailo Baru, dan kawasan wisata Taman JH Ampana.

“Kegiatan KRYD ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat beraktivitas dan menekan potensi gangguan kamtibmas,” ujar Iptu Sodang Datuan.

Tim KRYD menemukan sajam jenis badik yang terbuat dari piringan cakram motor dan satu unit sepeda motor berknalpot brong saat melakukan pemeriksaan terhadap sekelompok pemuda di Taman JH Ampana.

Baca Juga:  Polres Touna Intensifkan KRYD, Amankan Sisa Lem Fox dan Dua Motor Remaja di Jalan Jeruk

Pelaku, Muh. Farhan (19), seorang karyawan kafe beralamat di Desa Watusongo, Kecamatan Ulubongka, bersama dengan barang bukti sajam dan sepeda motor tersebut langsung diamankan ke Mako Polres Tojo Una-Una untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, sepeda motor diamankan di Mako Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Baca Juga:  Kapolri MoU dengan PT Pupuk Indonesia Terkait Distribusi: Agar Tepat Sasaran

Iptu Sodang menambahkan, kegiatan KRYD ini juga diisi dengan patroli dialogis dan pengamanan acara masyarakat dan berakhir pada pukul 23.20 WITA dalam keadaan aman dan terkendali.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menekan niat para pelaku tindak kriminal, seperti jambret, pencurian, dan aksi premanisme, sehingga masyarakat Tojo Una-Una bisa merasa lebih aman dan tenteram,” tutup Iptu Sodang Datuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *