oleh

Karhutla Lima Hektare di Padauloyo, Kapolsek Hartono Pimpin Pemadaman

-Touna-461 Dilihat

Portal Sulteng, TOUNA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Dusun IV, Desa Padauloyo/Tampabatu, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kapolsek Ampana Tete Polres Tojo Una-Una AKP Hartono mengatakan, informasi kebakaran diterima personel Polsek dari Sekretaris Desa (Sekdes) Padauloyo/Tampabatu melalui sambungan telepon seluler.

“Setelah menerima informasi, saya bersama personel piket langsung mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman bersama aparat desa serta masyarakat,” kata Hartono.

Baca Juga:  Tak Ditemukan Barang Berbahaya, Pengawasan Ketat Sat Tahti Polres Touna Berjalan Optimal

Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi. Menurut Hartono, sebagian titik api yang berada di area yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki berhasil dipadamkan.

Namun, masih terdapat titik api di kawasan perbukitan Desa Padauloyo yang belum dapat dijangkau petugas karena kondisi medan berupa bebatuan dan jurang sehingga menyulitkan akses menuju lokasi.

“Untuk titik yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki sudah berhasil dipadamkan. Namun, masih ada titik api di kawasan gunung yang belum dapat dijangkau karena medan cukup sulit dan berbahaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolsek Ampana Tete Beberkan Penanganan Karhutla Pakanangi

Berdasarkan keterangan Sekdes Padauloyo/Tampabatu, api diduga merupakan rembetan dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Luas lahan dan hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Hingga saat ini, personel Polsek Ampana Tete bersama aparat desa dan masyarakat terus memantau kondisi di lokasi untuk mengantisipasi meluasnya api.

Baca Juga:  Kado Istimewa Hari Bhayangkara Ke-79, Atlet Taekwondo Polda Sulteng Sumbang 2 Emas dalam Ajang WPFG 2025 di Birmingham Amerika

Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi kering.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau aparat desa apabila menemukan titik api,” kata Hartono.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *