oleh

Pondok Kopra di Jalan Karopa Touna Terbakar, Angin Kencang Bikin Api Cepat Merambat

-Touna-15 Dilihat

Portal Sulteng, TOUNA – Sebuah pondok pengolahan kopra milik Aipda Ansyar di Jalan Karopa, Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, terbakar pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Kapolsek Ampana Kota AKP Rochmat Ari Purwanto, S.M., mengatakan kebakaran bermula saat tiga pekerja, yakni Om Adin, Rival dan Irang, sedang membakar kelapa untuk diolah menjadi kopra.

“Api tiba-tiba membesar dan dengan cepat merambat karena pondok terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Kondisi angin yang cukup kencang juga membuat api semakin cepat menyebar,” kata AKP Rochmat.

Baca Juga:  Peran Bhabinkamtibmas Kunci Sukses Keamanan Acara Keagamaan TGB di Touna

Menurutnya, kobaran api kemudian membakar area sekitar tempat pembakaran kelapa hingga merambat ke seluruh bagian pondok. Para pekerja bersama masyarakat sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya, namun tidak mampu mengendalikan api yang sudah membesar.

Sekitar pukul 15.00 WITA, dua unit mobil pemadam kebakaran dengan satu regu petugas serta satu unit tangki air dari BNPB tiba di lokasi. Petugas bersama masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan terhadap sisa api.

“Karena kondisi bangunan sudah hangus terbakar, tidak banyak kelapa yang dapat diselamatkan. Pemadaman kemudian difokuskan untuk mengendalikan dan memastikan tidak ada sisa api yang kembali menyala,” jelasnya.

Baca Juga:  Hadir di Tengah Petani, Polsek Ampana Kota Pastikan Kelancaran Panen Jagung

Kebakaran berlangsung cukup cepat hingga menghanguskan seluruh bangunan pondok semi permanen berukuran sekitar 7 x 9 meter.

AKP Rochmat menyebutkan, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Kerugian meliputi bangunan pondok serta bahan baku kelapa yang berada di lokasi.

“Kelapa siap jual yang sudah dikemas dalam karung sekitar 10.000 buah. Selain itu, terdapat sekitar 5.000 buah kelapa yang sedang dibakar untuk dijadikan kopra dan sekitar 8.000 buah yang sedang dalam proses pengovenan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengamanan Istiqhosah Sukses, Polres Touna Siap Kawal Puncak Hari Santri

Api berhasil dikendalikan dan kondisi di lokasi dinyatakan normal sekitar pukul 16.12 WITA. Petugas kepolisian bersama pihak terkait selanjutnya melakukan penanganan di lokasi guna memastikan situasi aman dan mencegah api kembali menyala.

AKP Rochmat mengimbau masyarakat, khususnya pemilik dan pekerja tempat pengolahan kopra, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terlebih saat kondisi angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama di bangunan yang mudah terbakar. Pastikan api benar-benar dalam kondisi aman setelah kegiatan selesai,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *