oleh

Ditemukan Terapung, Balita 3 Tahun Jadi Korban Kegananasan Arus Laut Ulubongka

-Touna-45 Dilihat

Portal Sulteng, Touna — Duka mendalam menyelimuti Desa Marowo, Kecamatan Ulubongka, setelah seorang balita perempuan berinisial AA (3) ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus air laut pada Senin sore (10/11/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.

Korban ditemukan terapung di pinggir pantai Kampung Nelayan Desa Marowo setelah sempat dicari oleh pihak keluarga.

Menurut informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah bermain air laut sendirian di pinggiran pantai Desa Marowo. Orang tua korban baru menyadari sang anak tidak ada di lokasi ketika mencarinya.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir, Polsek Ulubongka Cek Lokasi Rawan Pasca Hujan Deras

Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar. Sekitar pukul 17.30 WITA, saksi bernama Mahmud Une (27), yang juga merupakan paman korban, menemukan Aulia Ashara sudah dalam posisi terapung.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Marowo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, nahas, nyawa Aulia tidak dapat diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia akibat menelan banyak air laut.

Baca Juga:  Polsek Ulubongka Tingkatkan Pengamanan Lokasi Wisata di Hari Pertama Tahun 2026

Menanggapi tragedi ini, Kapolsek Ulubongka IPTU Muhajir Wonti segera mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan situasi tetap aman terkendali.

Kapolsek Ulubongka, IPTU Muhajir Wonti, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi seluruh orang tua.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Berdasarkan temuan di lapangan, insiden ini terjadi murni karena kelalaian pengawasan orang tua,” ujar IPTU Muhajir Wonti.

Baca Juga:  Kapolsek Ampana Kota Pantau Langsung Panen Jagung di Desa Padang Tumbuo, Dukung Ketahanan Pangan

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya yang tinggal di dekat perairan atau lokasi berbahaya, untuk tidak pernah lepas mengawasi anak-anak saat bermain,” pesannya.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab utama. Satu detik saja kelengahan bisa berakibat fatal, terutama untuk balita yang belum mengerti bahaya arus air laut,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *