Walkout dari rapat Pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kabupaten, ini yang menjadi keberatan dari saksi 01 dan 02

0
553

TOLITOLI, PORTAL SULTENG, Komisioner KPU Tolitoli telah melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten, untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati kabupaten tolitoli semalam 16/12

Rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan UmumĀ  ini menetapkan rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati Tolitoli yang di laksanakan 9 Desember 2020 kemrin

Pantauan portal sulteng pada rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten pasangan nomor urut 1 Rahman Faisal memperoleh suara 18.997, pasangan nomor urut 2 Muchtar- Bakri memperoleh suara 50.989, dan pasangan nomor urut 3 Amran- Moh. Besar memperoleh suara 55.960.

Catatan penting pada saat pleno terbuka kali ini dengan walkout saksi dari pasangan 01 dan 02, dari tempat pelaksanaan, Fahrul Baramuli saksi dari kandidat 02 mengatakan tata cara rekapitulasi tidak sesuai dengan PKPU 19 tahun 2020.

menurut fahrul yang juga mantan aktifitis Pemuda Nahdlatul Ulama itu, KPU Tolitoli telah lalai dan tidak melaksanakan rapat pleno ini sesuai mekanismenya salah satunya itu yang termuat dalam pasal 29 ayat (1) point i dan j

ditambahkannya tidak koperatifnya KPU tolitoli pada saat pelaksanaan pleno kabupaten ini KPU Tolitoli ini tidak netral bahwa permintaan kami untuk membuka daftar hadir di setiap TPS dimana terdapat perbedaan antara daftar hadir dan surat suara yang digunakan terjadi perbedaan signifikan dan masif di banyak TPS ujar fahrul

sementara itu saksi kandidat pasangan nomor 01 Yusuf Mapiase sangat menyayangkan sekali penyelenggara seperti tidak mau menindaklanjuti pelanggaran pelanggaran yang tercatat di kejadian khusus yang terjadi di pleno kecamatan.

Yusuf menyampaikan ada beberapa point kejadian khusus yang menjadi keberatan kami pada saat rekapitulasi kecamatan baolan antara lain pemilih yang menggunakan A5 itu di foto copy dan di scan dan penggunaan form A5 yang mestinya memilih di salah satu TPS kelurahan Nalu tetapi memilih di salah satu TPS Kelurahan Baru

ada juga di kelurahan baru pemilih yang menggunakan KTP Domisili palu tetapi menggunakan hak pilih untuk calon bupati dan wakil bupati tolitoli,

dikatakan yusuf permasalahan yang terjadi pada rekapitulasi kecamatan berdasarkan form kejadian khusus yang ada, Bawaslu dan PPK kecamatan Baolan menyampaikan akan menyelesaikannya di pleno tingkat kabupaten,

nah tadi malam itu saya pertanyakan kembali soal kejadian khusus di tingkat kecamatan sesuai dengan pkpu 19 tahun 2020 pasal 1 point i dan j, baik komisioner KPU Bawaslu hanya saling melempar bola dan menyampaikan kita sudah melewati tahapan rekapitulasi kecamatan tidak mungkin kita mundur lagi makanya kami langsung walkout saja karena pleno kabupaten ini berjalan tidak sesuai dengan asas pemilu jujur dan adil, tutup yusuf.

ervanakil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here