Mengenal Sosok Muchtar Deluma, Calon Bupati Tolitoli Pengusung Perubahan

0
378
Muchtar Deluma

Muchtar Deluma dikenal sebagai sosok yang sederhana, relijius dan peduli sesama. Ia juga diakui memiliki kecerdasan dan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni.

Ia adalah putra daerah asli. Lahir di Tolitoli 25 Maret 1960.

Masa kecilnya ia habiskan untuk menempuh pendidikan dari SD hingga tamat SMA di Tolitoli.

Berbekal ijasah SLTA dari SMA Negeri 1 Tolitoli, Ia bulatkan tekad mengejar ilmu meski harus merantau ke Tanah Jawa. Di Jawa, Muchtar Deluma memilih Akademi Agraria Yogyakarta sebagai tempatnya menimba ilmu.

Semangat belajar menggebu dalam diri anak daerah ini mengantarkannya ke pelataran Universitas Hasanudin hingga selesai S1 disana.

Tidak sampai disitu, untuk memenuhi dahaga belajarnya, Ia kemudian melanjutkan pendidikan strata II di STIE ISM Jakarta.

Muchtar Deluma juga aktif di organisasi masa. Beliau pernah menjadi Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) pada tahun 2004 sampai tahun 2007. Ditahun yang sama, Ia juga menjadi Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG).

Dalam dunia kerja, prestasi putra daerah Tolitoli ini layak diacungi jempol. Karirnya cukup mentereng. Berbagai jabatan puncak di Badan Pertanahan Nasional pernah didudukinya.

Ia pernah menjabat Sebagai Kepala Pertanahan Kabupaten Tolitoli, Kepala Pertanahan Kabupaten Donggala dan Kepala Pertanahan Kota Palu.

Tidak hanya itu, Karirnya terus melejit hingga menjadi kepala di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah, kemudian menjabat Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur.

Beliau juga pernah dipercaya menjadi Direktur Pemanfaatan Tanah Instansi Pemerintah Kementerian ATR/BPN pada tahun 2007 sampai tahun 2018.

Terakhir, beliau menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Selatan dari tahun 2018 sampai Maret 2020.

Maju di Pilkada Tolitoli

Bagi Muchtar Deluma, Berbagai Kesuksesan yang sudah dia raih tidak ada artinya ketika kampung halamannya sendiri masih terbelakang. Akhirnya, ia putuskan ‘harus pulang kampung’.

Atas dasar itu, beliau memutuskan mewakafkan diri untuk mengabdi dan membangun Tolitoli dengan mencalonkan diri menjadi bupati.

Kehadirannya dalam perhelatan pemilihan kepala daerah Tolitoli menjadi angin segar untuk perubahan wajah Kabupaten yang dikenal dengan Kota Cengkeh ini menjadi lebih baik.

Dengan motto ‘hadir untuk perubahan menuju tolitoli cerdas berdaya saing, maju dan sejahtera’, beliau digadang-gadang akan membawa Kabupaten Tolitoli keluar dari cengkraman kemiskinan. (Adv/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here