Ada Oknum Nakal Dibalik Kelangkaan LPG 3 Kg

0
369
Kelangkaan LPG 3 Kg

Portalsulteng.com, Tolitol – Tabung gas Elpiji 3 kilogram kembali langka di Tolitoli. Kelangkaan ini mulai dirasakan warga sejak 2 pekan terakhir.

Ayun warga Panasakan mengaku, terpaksa beberapa kali harus menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak dirumahnya. Rabu (5/6/2020)

“Dirumah, beberapa kali harus masak pakai kayubakar,” ucap Ayun, saat antrian membeli LPG 3 Kg didaerah malosong.

Kelangkaan ini dimanfaatkan beberapa oknum untuk menaikkan harga tabung gas Elpiji 3 kg.

Harga normal gas Elpiji 3 kilogram sebesar Rp 25.000 per tabung namun oleh oknum tersebut dinaikkan menjadi Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per tabung.

Ulah oknum ini dinilai memperparah kelangkaan oleh Ayun.

“Makin tambah langka, masalahnya mereka juga ambil dipangkalan, sama seperti kita,” ucap dia.

Keberadaan oknum nakal juga dibenarkan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tolitoli Ir Muhammad Nur Munawar.

Dia mengatakan, selain banjir yang melanda Tolitoli beberapa pekan lalu, kelangkaan LPG 3 Kg juga disebabkan onknum nakal ini.

“Mereka datangi setiap pangkalan, ambil satu tabung kemudian pindah kepangkalan lain ambil lagi disana, lalu pindah lagi ambil lagi, kemudian pindah lagi,” jelas Munawar dalam sebuah wawancara yang diunggah akun Youtube RRI Tolitoli

Munawar juga mengungkapkan bahwa stok tabung yang dijatah pertamina untuk Kabupaten Tolitoli memang tidak mencukupi.

Berdasarkan data pemerintah, kata dia, kebutuhan LPG 3 Kg di Kabupaten Tolitoli tidak sebanding dengan jatah tabung dari Pertamina.

“Kita dijatah cuma 1 juta 65 tabung, kalau tidak salah” sebut Munawar.

Sedangkan berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, pengguna LPG 3 Kg di 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli mencapai 43. 433 yang terdiri dari rumah tangga miskin dan usaha mikro.

“Kalau ini yang kita pedomani, maka memang kuota untuk Kabupaten Tolitoli tidak cukup,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here